3 Aturan Liburan di Bali Era New Normal – Wajib

105 views

Sudah tak lagi sabar ingin kembali berlibur setelah beberapa bulan harus membatasi aktivitas di luar ruangan? Tenang saja, karena protokol Normal Baru alias New Normal sudah mulai diterapkan di sektor pariwisata Tanah Air, kok! Salah satunya Bali, yang bahkan sudah kembali menerima kunjungan wisatawan per 31 Juli 2020 kemarin.

Hanya saja, tentu Anda juga wajib memerhatikan aturan di era New Normal saat liburan di Bali, ya! Mengingat kondisi saat ini, penerapan kebiasaan-kebiasaan baru sudah menjadi sebuah keharusan dan kebutuhan demi kesehatan dan keselamatan Anda maupun orang lain.

Pembukaan pariwisata di Bali sendiri sebenarnya sudah berlangsung pada tanggal 9 Juli 2020 kemarin untuk tahap pertama, di mana beberapa wilayah di Bali sudah dapat dikunjungi kembali oleh warga lokal. Dan tanggal 31 Juli menandakan pembukaan pariwisata Bali tahap kedua, di mana Bali bisa kembali dikunjungi oleh para turis domestik. Artinya, Anda yang tinggal di Jawa, Sumatera, atau wilayah manapun di Indonesia sudah bisa kembali mengunjungi dan berlibur di Bali!

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sendiri juga sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan pembukaan pariwisata tahap ketiga, yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 11 September nanti. Untuk tahap ketiga ini, Bali siap membuka diri kembali bagi para turis mancanegara. Meski demikian, perubahan sangat bisa terjadi karena keputusannya nanti akan dibuat berdasarkan perkembangan situasi yang masih berlangsung saat ini.

Syarat Wajib Calon Wisatawan untuk Masuk ke Bali

Nah, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada aturan di era New Normal saat liburan di Bali yang wajib Anda perhatikan agar bisa kembali mengunjungi dan berwisata di Pulau Dewata ini. Salah satunya adalah dengan mengisi formulir khusus, yang diwajibkan bagi seluruh wisatawan yang masuk dan keluar Pulau Bali. Di samping formulir, calon wisatawan juga wajib melampirkan bukti hasil rapid test yang menunjukkan bahwa ia non-reaktif, alias tidak menunjukkan gejala COVID-19.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah daftar persyaratan yang wajib Anda penuhi sebagai calon wisatawan sebagai bagian dari aturan di era New Normal saat liburan di Bali.

  1. Surat keterangan uji tes PCR yang menunjukkan hasil negatif, atau setidaknya hasil uji rapid test yang menunjukkan hasil non-reaktif, yang ditunjukkan selama hasil tes berlaku, yaitu 14 hari setelah diterbitkan.
  2. Mengisi formulir data wisatawan yang dapat diakses melalui aplikasi LOVEBALI. Untuk panduan aplikasi LOVEBALI, Anda bisa mengaksesnya di laman https://lovebali.baliprov.go.id.
  3. Mengisi Health Alert Card (HAC) atau kartu kewaspadaan sehat, yang dapat Anda isi secara fisik maupun elektronik di bandara setibanya Anda di Bali.

Untuk persyaratan nomor (1), awalnya Pemprov Bali hanya mengizinkan hasil swab test atau PCR negatif. Hanya saja, penambahan keterangan bahwa hasil rapid test non-reaktif juga dapat digunakan sebagai bagian persyaratan dilakukan untuk mempermudah wisatawan dalam mengurus izin agar dapat mengunjungi Bali.

Dan jika Anda nanti tidak menunjukkan hasil tes, Anda akan diwajibkan untuk mengikuti rapid test atau uji swab PCR setibanya Anda di Bali. Dan selama menunggu hasil, Anda harus mengikuti karantina di lokasi yang telah ditunjuk oleh Pemprov Bali. Apabila hasil tes menunjukkan bahwa Anda positif COVID-19, Anda diwajibkan untuk menjalani perawatan di fasilitas kesehatan di Bali. Seluruh biaya untuk tes swab, rapid test, karantina, maupun perawatan medis harus Anda tanggung.

 

Bagikanlah...
Paket Honeymoon Bali