Sejarah Pura Tanah Lot petikan sumber terpercaya

46 views

Andakah salah satu orang yang sedang serch di google tentang sejarah Pura Tanah Lot – jika iya berikut ulasanya..<  Kata Tanah Lot sebenarnya di petik dari kata yang berarti “tengah laut”. Karena batu dan Karang itu terletak di tengah laut di pinggir pantai. Legenda di tengah masyarakat mengungkapkan bahwa batu-batu tersebut sebetulnya berasal dari darat. Suatu hari ada salah seorang pembawa agama Hindu yang masuk ke Pulau Bali. Setelah sejumlah saat ia mengerjakan tugas Mulianya tersebut, lantas ia mengerjakan meditasi di atas suatu batu. Ia mengerjakan ini sebab telah menyaksikan sebuah cahaya suci di wilayah pantai tersebut. Namun rupanya di antara penguasa di wilayah tersebut tidak menyenangi aksinya dalam menyebarkan agama. Maka ia berjuang mengusir penyebar agama yang sedang bermeditasi tersebut supaya pergi dari wilayah itu. Namun ternyata dengan kekuatan sang Pertapa, iya dapat mengalihkan batuan itu ke tengah lautan dengan kekuatan spiritual. Semenjak tersebut penguasa wilayah tersebut beserta semua pengikutnya segera mengikuti doktrin sang Pertapa untuk mendekap agama Hindu.

 

Sejarah Ular Penjaga

Setelah penyebar agama Hindu tersebut mengalihkan batu itu ke tengah laut, ia lantas membangun pura yang sampai saat ini masih dipakai sebagai lokasi pemujaan oleh masyarakat setempat. Sebagai penjaga pura tersebut, sang penyebaran agama Hindu itu laki-laki memakai kekuatan spiritualnya untuk mengolah selendang yang ia miliki menjadi ular. Ular berikut yang lantas menjaga pura tersebut sampai saat ini. Jika kita pernah berangjangsana ke Tanah Lot Anda barangkali beruntung dapat menyaksikan ular-ular itu berada di dekat batuan dan tebing tersebut. Ular tersebut ialah ular yang jinak dan tidak menyerang manusia. Bahkan semua wisatawan yang berangjangsana ke lokasi ini diizinkan untuk menyentuh ular-ular itu atau sebatas berfoto bersama.

 

Perbaikan

Karena batuan itu berada di pinggiran laut dan tidak jarang kali terkena air dan deburan ombak, tak heran andai batuan itu lama-kelamaan merasakan abrasi. Sehingga pastinya akan riskan baik untuk pengunjung ataupun guna pura tersebut sendiri. Oleh karena tersebut pemerintah Bali sudah dan masih melakukan pekerjaan berupa proyek-proyek sebagai upaya guna pengamanan pantai-pantai di Bali. Salah satunya ialah dengan pembangunan tetrapod atau pemecah gelombang di sekeliling tanah Lot guna melindunginya dari abrasi. Kegiatan proyek ini telah dilakukan sejak tahun 1983. Dengan pekerjaan proyek ini diinginkan kelestarian kebiasaan rupa pura-pura di atas batu ini bisa terselamatkan sampai waktu-waktu mendatang. Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai format pengamanan lokasi wisata Bali supaya lebih aman guna dikunjungi semua wisatawan. Hingga ketika ini pekerjaan renovasi pantai-pantai yang terdapat di Bali Sudah memakan miliaran rupiah. Namun pasti saja urusan itu dapat disebutkan sangat wajar menilik pelestarian budaya ialah keutamaan dalam menjaga sejarah, khususnya dalam format peninggalannya.

Demikian ulasan tentang sejarah Pura Tanah Lot Semoga tulisan ini dapat meningkatkan wawasan kita berkunjung ke lokasi wisata mengagumkan yang terdapat di Bali tersebut saat mengikuti paket wisata bali 4 hari 3 malam . Semoga bermanfaat. terima kasih.

Bagikanlah...
Paket Honeymoon Bali